Sewa Wedangan untuk Acara di Solo: Solusi Praktis

Sewa Wedangan Solo: Solusi Kuliner & Hiburan untuk Acara Kamu.

Pernahkah kamu membayangkan sebuah meja yang bisa berkata, “Duduklah, aku punya cerita untukmu”? Demikianlah sesungguhnya sewa wedangan Solo — bukan sekadar menyewa tempat makan, tapi merangkai pengalaman, membuat kenangan, dan menciptakan suasana yang tak terlupakan.

Sewa Wedangan Solo

Wedangan di Solo sudah lama menjadi ikon budaya lokal. Aroma kopi, nasi kucing, gorengan, sampai cekikikan suara teman — semua itu menjadi bagian dari cerita malam di kota ini.

Bayangkan kalau semua itu bisa hadir di acara kamu: ulang tahun, reuni, arisan keluarga, gathering kantor, atau bahkan pesta kecil dengan teman dekat. Inilah panduan lengkap seputar sewa wedangan Solo yang siap membuat acara kamu lebih bermakna!

Apa Itu Sewa Wedangan Solo?

Sewa wedangan Solo adalah layanan di mana kamu bisa memesan paket wedangan untuk acara tertentu di lokasi yang kamu pilih. Wedangan akan berdiri seperti tuan rumah yang ramah — menyapa tamu, membagikan menu, dan menciptakan suasana hangat layaknya nongkrong malam di Solo.

Ini bukan sekadar menyewa meja. Ini adalah pengalaman budaya kuliner malam yang dibawa ke dalam acara pribadi kamu.

Kalau kamu ingin memahami lebih dalam budaya wedangan Solo, artikel pilar kami bisa jadi panduan awal:
Budaya Wedangan Solo: Ketika Kopi, Cerita & Malam Menjadi Satu.

Mengapa Sewa Wedangan Jadi Pilihan Tepat?

Sewa wedangan Solo menjadi favorit karena beberapa alasan khusus:

  • Suasana yang hangat — layaknya kamu nongkrong di warung mulai sore sampai malam.
  • Mudah diatur — tinggal pesan, pilih lokasi, dan wedangan siap datang.
  • Variasi menu — dari kopi hitam sampai nasi kucing, sate usus, gorengan, hingga camilan modern.
  • Budget fleksibel — paket hemat sampai premium.
  • Ramah semua kalangan — cocok untuk anak muda, keluarga, atau acara komunitas.

Sewa wedangan ibarat menyewa sahabat malam yang selalu setia, siap bercerita, dan tahu bagaimana cara membuat semua orang merasa diterima.

Kapan Sewa Wedangan Cocok Digunakan?

Sewa wedangan cocok untuk berbagai acara, seperti:

  • 🎉 Ulang Tahun
  • 💼 Gathering Kantor
  • 👨‍👩‍👧‍👦 Family Time / Reuni Keluarga
  • 🎓 Reuni Sekolah / Kuliah
  • 🎯 Event Komunitas / Acara Sosial
  • ✨ Pernikahan (area outdoor / pesta santai)

Wedangan membawa suasana santai, hangat, dan penuh cerita — menjadikan acara kamu seperti kisah yang terus dikenang.

Menu yang Bisa Kamu Pilih untuk Sewa Wedangan

Salah satu daya tarik utama adalah pilihan menu yang variatif. Berikut beberapa menu yang bisa jadi favorit tamu acara kamu:

🍵 Kopi Tradisional

Kopi hitam dan kopi susu selalu jadi pembuka percakapan terbaik. Rasa pahit dan aromanya seperti teman setia yang tak pernah meninggalkan obrolanmu.

🍵 Wedang Jahe

Wedang jahe adalah pelukan hangat yang cocok untuk malam yang sedikit dingin. Tamu kamu akan merasa nyaman seolah berada di rumah sendiri.

🍚 Nasi Kucing

Nasi kucing adalah inti wedangan Solo. Walau porsinya kecil, tapi rasa dan kenangan yang dibawanya luar biasa besar.

🍢 Sate & Gorengan

Sate usus, sate telur puyuh, tahu isi, tempe goreng — semuanya adalah “penari” yang menghidupkan suasana acara.

Kalau kamu ingin mengenal lebih dalam menu wedangan yang khas Solo, cek artikel lengkapnya:
Menu Wedangan Solo.

Paket Sewa Wedangan Solo Berdasarkan Budget

Paket sewa wedangan biasanya dibagi berdasarkan anggaran dan kebutuhan acara. Ini garis besar paket yang umum ditawarkan:

  • Paket Hemat – Menu dasar seperti nasi kucing, kopi hitam, gorengan.
  • Paket Standar – Menu tambahan sate dan wedang jahe.
  • Paket Premium – Menu lengkap + minuman modern + layanan tambahan.

Kamu bisa berdiskusi dengan pihak penyewa wedangan untuk menyesuaikan menu dan harga sesuai kebutuhan acara.

Tips Memilih Sewa Wedangan yang Tepat

Supaya acara kamu makin berkesan, simak tips berikut:

  • Tentukan tema acara supaya wedangan bisa tampil sesuai vibe yang kamu mau.
  • Pilih lokasi strategis — tempat yang mudah diakses dan nyaman buat tamu.
  • Cek varian menu untuk memastikan semua tamu merasa puas.
  • Pastikan fasilitas pendukung seperti meja, kursi, penerangan, dan kebersihan.

Kalau kamu ingin tahu apa saja perbedaan tempat nongkrong malam di Solo (antara hik dan angkringan), baca juga artikel kami:
Beda Hik & Angkringan.

Kenapa Konsumen Suka Layanan Sewa Wedangan?

Kenyamanan adalah jawaban yang sering muncul. Saat kamu sewa wedangan, kamu tidak perlu repot lagi memikirkan detail kecil — seperti menu, penyajian, dan suasana. Semuanya sudah diatur oleh penyedia layanan dengan pengalaman mereka.

Dengan paket sewa yang tepat, acara kamu bisa terasa seperti nongkrong di wedangan malam Solo asli — tanpa harus meninggalkan lokasi acara.

Sewa Wedangan + Kuliner Perkambingan: Kombinasi yang Pas

Setelah tamu menikmati sesi nongkrong dan santap wedangan, kamu bisa menutup acara dengan suguhan kuliner yang lebih “berisi”. Salah satunya adalah cita rasa khas kambing Solo di Warung Tengkleng Solo Dlidir.

Menu Spesial di Warung Tengkleng Solo Dlidir

  • Tengkleng Solo kuah rempah berkualitas tinggi – Rp 40.000 / porsi
  • Tengkleng masak rica – Rp 45.000 / porsi
  • Tengkleng Solo kepala kambing + 4 kaki kambing – Rp 150.000 / porsi (cukup untuk 4–8 orang)
  • Sate buntel kambing lokal berkualitas – Rp 40.000 (2 tusuk)
  • Oseng Dlidir (tongseng + nasi + es jeruk) – Rp 20.000
  • Sego gulai kambing – Rp 10.000 (tersedia malam hari)

📞 Whatsapp: 0822 6565 2222

🌐 Website: tengklengsolo.com

Warung Tengkleng Solo Dlidir juga menawarkan kenyamanan maksimal: parkir luas, mushola bersih, toilet nyaman, serta tempat yang cocok untuk rombongan besar maupun kecil.

Testimoni Pengguna Sewa Wedangan Solo

Banyak pelanggan yang mengatakan bahwa layanan sewa wedangan membuat acara terasa lebih hidup. Beberapa cerita yang sering muncul antara lain:

  • 🎉 “Acara ulang tahun jadi lebih santai dan akrab.”
  • 👨‍👩‍👧‍👦 “Keluarga besar bisa berkumpul tanpa canggung.”
  • 💬 “Obrolan komunitas jadi lebih seru karena suasana yang informal.”

Wedangan bukan hanya soal rasa — tapi juga soal *moments* yang tak terlupakan.

Bagaimana Cara Memesan Layanan Sewa Wedangan?

Biasanya, kamu bisa menghubungi penyedia layanan melalui kontak yang tersedia di website atau media sosial mereka. Beberapa vendor juga menerima pemesanan via WhatsApp untuk mempermudah komunikasi.

Pastikan kamu membahas detail seperti:

  • Lokasi acara
  • Jumlah tamu
  • Menu yang diinginkan
  • Peralatan yang dibutuhkan
  • Harga & metode pembayaran

Semakin detail informasi yang kamu berikan, semakin tepat pula layanan wedangan yang akan kamu dapatkan.

Alur Umum Sewa Wedangan

  1. Pilih vendor wedangan dengan review baik.
  2. Tentukan tanggal & lokasi acara.
  3. Diskusikan menu & paket yang diinginkan.
  4. Setujui harga & persyaratan.
  5. Lakukan pembayaran sesuai kebijakan vendor.
  6. Wedangan datang & mulai membangun acara kamu.

Penutup

Sewa wedangan Solo adalah cara cerdas untuk menggabungkan cita rasa kuliner malam Solo dengan pengalaman sosial yang hangat dan berkesan. Ia membawa suasana wedangan malam langsung ke tempat acara kamu — tanpa ribet, tanpa pusing, dan tetap penuh rasa.

Kalau kamu ingin tahu lebih banyak tentang kuliner Solo lainnya — mulai dari hik, angkringan, budaya wedangan, sampai pengalaman nongkrong kekinian — terus jelajahi
tengklengsolo.com!

Wedangan Instagramable di Solo yang Lagi Hits

Wedangan Instagramable di Solo: Nongkrong Malam yang Tak Sekadar Rasa, Tapi Juga Estetika.

Wedangan Solo sudah lama menjadi magnet bagi masyarakat lokal dan wisatawan. Kini, selain menawarkan cita rasa yang menggoda selera, beberapa wedangan tampil **instagramable**—seolah berkata pada kamera dan hati, “Ambil fotoku, biar kenanganmu tak hilang.”

Wedangan Instagramable di Solo

Wedangan instagramable Solo bukan sekadar tempat makan murah di malam hari. Ia adalah panggung estetika di mana kopi hitam berpose manis, nasi kucing tampak gagah di balik asap yang mengepul, dan lampu temaram menghiasi sudut-sudut yang siap jadi latar fotografi.

Artikel ini akan membawa kamu jelajahi sisi visual dan rasa dari dunia wedangan Solo yang instagramable, lengkap dengan rekomendasi tempat, tips foto, dan cara menikmati pengalaman nongkrong malam yang berbeda.

Apa Itu Wedangan Instagramable?

Wedangan instagramable adalah warung makan malam yang menambahkan estetika visual dalam presentasi tempat & makanannya. Visual-visual ini tidak mengurangi citarasa tradisional, tapi justru memperkaya pengalaman. Lampu hias, mural, bangku warna, atau dekorasi klasik modern menjadi daya tarik tambahan.

Wedangan instagramable bukan hanya soal foto — ia adalah pengalaman lengkap: dari sudut tempat yang nyaman, pencahayaan yang pas, hingga makanan yang terlihat cantik di kamera tanpa kehilangan rasa aslinya.

Kalau penasaran tentang budaya wedangan di Solo secara lebih luas, bisa kunjungi artikel pilar kami:
Budaya Wedangan Solo: Ketika Kopi, Cerita & Malam Menjadi Satu.

Kenapa Wedangan Instagramable Itu Penting?

Di zaman media sosial, setiap pengalaman kuliner sering berubah menjadi cerita visual. Wedangan instagramable bukan hanya memuaskan perut, tapi juga memberi visual yang “berbicara”. Ia seperti peluk hangat yang tersenyum ke kamera, seolah berkata, “Inilah aku!”

Mengambil foto di wedangan dapat menjadi cara lain menikmati malam Solo — bahwa kenangan bukan cuma soal rasa, tapi juga tentang *moment* yang tertangkap lensa.

Rekomendasi Wedangan Instagramable di Solo

Berikut ini beberapa spot wedangan yang estetis dan layak dikunjungi:

  • Angkringan Omah Semar – dekorasi artistik & lighting yang cozy.
  • Wedangan Pendhopo – suasana klasik bertabur lampu temaram yang romantis.
  • Wedangan Nala Gareng – kombinasi jadul & modern yang pas buat foto.
  • Angkringan Ngopi (Angop) – sudut kopi & nasi kucing yang siap tampil prima di feedmu.
  • Wedangan Mbah Wiryo – legenda klasik yang jadi background foto penuh cerita.

Kalau kamu ingin melihat versi angkringan (yang memang sering juga instagramable), cek artikel
Angkringan Populer di Solo.

Elemen Visual yang Membuat Wedangan Instagramable

Beberapa elemen yang sering membuat wedangan terlihat instagramable antara lain:

  • Pencahayaan temaram yang menciptakan mood hangat.
  • Bangku & meja unik dengan warna atau motif menarik.
  • Latar mural atau dinding dengan kutipan menarik.
  • Susunan menu artistik seperti nasi kucing & sate yang difoto bersama kopinya.
  • Detail dekorasi seperti lampu vintage, tanaman kecil, atau signage kreatif.

Semua elemen ini seperti komposer yang membantu “bermainkan nada visual” saat kamu mengambil foto malam itu.

Cara Mengambil Foto Wedangan yang Instagramable

Mau hasil fotonya makin menarik? Ini tips yang bisa kamu coba:

  • Pilih cahaya terbaik — cari sudut dekat lampu temaram.
  • Gunakan garis kreatif — meja, piring, dan lampu bisa jadi garis utama foto.
  • Fokus pada detail — seperti kopi yang mengepul atau nasi kucing dengan sambal yang menggoda.
  • Gunakan piring & alat makan sebagai frame — ini memberi kesan artistik lebih dalam foto.

Foto bukan sekadar gambar — ia adalah kenangan yang tertangkap, layaknya cerita malam yang tak ingin kamu lupa.

Spot Foto Wedangan yang Paling “Feed Worthy”

Ada beberapa sudut yang sering jadi favorit untuk foto di wedangan Solo:

  • Samping gerobak wedangan dengan latar lampu temaram.
  • Meja penuh menu klasik — nasi kucing, sate, dan kopi hitam berdampingan.
  • Foto top-down menu untuk menangkap komposisi visual makanan kamu.
  • Bangku vintage dengan debit lampu kecil di belakangnya.

Setiap sudut adalah panggung kecil yang siap berbicara lewat lensamu.

Wedangan Instagramable & Kenyamanan Nongkrong

Wedangan instagramable tidak hanya soal foto. Ia juga memastikan kenyamananmu saat nongkrong:

  • Area duduk cukup leluasa untuk ngobrol
  • Penerangan temaram yang tidak menyilaukan
  • Suasana hangat tanpa kebisingan berlebihan
  • Meja bersih untuk makanan dan kamera

Semua ini seperti tuan rumah yang berkata, “Silakan duduk, nikmati suasana, dan abadikan setiap momen.”

Menu yang Sering Jadi Objek Foto

Tak hanya tempat, beberapa menu juga sering jadi objek foto favorit:

  • Kopi hitam berasap — seperti puisi dalam cangkir.
  • Nasi kucing — kecil tapi penuh karakter.
  • Sate usus — renyahnya berbicara lewat tekstur.
  • Gorengan — warna & bentuknya menarik di kamera.

Foto menu bukan sekadar pameran rasa — ia adalah visualisasi kenangan malam yang tak akan hilang.

Menggabungkan Estetika & Tradisi Wedangan

Wedangan instagramable bukan menjauh dari sejarahnya — justru ia merayakannya. Tradisi wedangan klasik tetap hadir: nasi kucing, sate usus, gorengan, kopi. Yang berubah adalah cara penyajiannya & suasana visualnya.

Dan di Solo, tradisi itu tetap bangga berdiri — menatap masa kini tanpa melupakan akar budaya.

Wedangan Instagramable + Kuliner “Berisi” Penutup Malam

Setelah menikmati suasana visual & rasa wedangan malam, mungkin perutmu masih meminta lebih. Saatnya menuju pengalaman kuliner *lebih berisi*, seperti yang ditawarkan oleh Warung Tengkleng Solo Dlidir.

Menu Spesial di Warung Tengkleng Solo Dlidir

  • Tengkleng Solo kuah rempah berkualitas tinggi – Rp 40.000 / porsi
  • Tengkleng masak rica – Rp 45.000 / porsi
  • Kepala kambing + 4 kaki kambing – Rp 150.000 / porsi (cukup untuk 4–8 orang)
  • Sate buntel kambing lokal berkualitas – Rp 40.000 (2 tusuk)
  • Oseng Dlidir (tongseng + nasi + es jeruk) – Rp 20.000
  • Sego gulai kambing – Rp 10.000 (tersedia malam hari)

📞 Whatsapp: 0822 6565 2222

🌐 Website: tengklengsolo.com

Warung Tengkleng Solo Dlidir bukan hanya soal rasa — tapi juga kenyamanan: parkir luas, mushola, toilet bersih, dan ruang yang cocok untuk rombongan, membuatnya pilihan tepat untuk menutup malam setelah sesi foto & nongkrong.

Tips Biar Foto Wedangan Kamu Makin Kece

  • Pilih waktu golden hour malam, sekitar pukul 18.00 – 20.00.
  • Manfaatkan lampu temaram sebagai latar estetis.
  • Ambil angle top-down untuk foto menu makanan.
  • Eksplorasi perspektif rendah untuk foto bangku & mural.
  • Jangan takut bereksperimen dengan kontras warna makanan & latar.

Wedangan Instagramable & Cerita Malam Solo

Wedangan instagramable bukan hanya soal visual — tapi soal cerita. Foto hanyalah bukti visual dari momen yang membuat malam terasa hidup. Saat kamu duduk, menyeruput kopi, berbicara, dan akhirnya mengangkat kamera… itu bukan sekadar foto. Itu adalah cerita.

Penutup

Wedangan instagramable Solo adalah kombinasi rasa dan estetika. Ia membuka ruang bagi pengalaman yang tak hanya lezat di lidah, tapi juga indah di memori visualmu.

Kalau kamu ingin eksplorasi lebih jauh tentang kuliner Solo, cerita tradisi, dan tempat nongkrong favorit lainnya, terus jelajahi
tengklengsolo.com!

Wedangan Buka Malam di Solo, Cocok Buat Nongkrong

Wedangan Malam Solo: Ketika Kota Tak Pernah Tidur dan Rasa Mulai Bicara.

Di Solo, malam adalah panggung. Ketika matahari beringsut, lampu-lampu menyalakan senyum, dan jalanan mulai bernafas pelan—itu saatnya wedangan malam berdiri bak maestro yang memandu orkestra rasa. Wedangan malam di Solo bukan sekadar tempat makan, tapi sahabat bicara, guru cerita, dan peluk hangat setelah hari panjang.

Wedangan Malam Solo

Malam berubah jadi tempat penuh kemungkinan: obrolan tanpa henti, cangkir kopi yang mengepul seperti awan kecil, aroma nasi kucing yang menggoda, serta tawa yang bergaung di setiap sudut jalan. Artikel ini akan membawa kamu menyusuri sisi lain dari budaya kuliner Solo — wedangan malam yang bikin malam terasa sempurna.

Apa Itu Wedangan Malam Solo?

Wedangan malam adalah warung makan yang buka sore hingga larut malam (beberapa bahkan sampai dini hari). Ia adalah oasis untuk mereka yang lapar akan cita rasa namun juga lapar bicara. Wedangan malam bukan sekadar tempat untuk makan — ia adalah ruang sosial yang hidup.

Wedangan malam bisa berupa angkringan sederhana di trotoar atau tempat yang sedikit lebih “berpakaian” dengan lampu temaram, suara musik kecil, dan kursi yang seolah memanggilmu untuk duduk lebih lama.

Kalau kamu ingin mengenal lebih jauh apa itu budaya makan malam di Solo, artikel pilar kami bisa jadi awal yang tepat:
Budaya Wedangan Solo: Ketika Kopi, Cerita & Malam Menjadi Satu.

Mengapa Wedangan Malam Begitu Diminati?

Wedangan malam bukan sekadar tempat makan murah. Ia seperti guru yang berbicara lewat rasa dan suasana. Ada alasan kuat kenapa orang Solo (dan wisatawan) rela duduk berjam-jam membiarkan malam menari di hadapan mereka:

  • Suasana hangat yang membuat siapa pun merasa diterima.
  • Harga bersahabat — cocok untuk mahasiswa, pekerja malam, hingga keluarga.
  • Menu sederhana namun menggugah — nasi kucing, sate usus, gorengan, kopi panas.
  • Ruang sosial — tempat cerita lahir, tawa bertukar, obrolan tak berujung.
  • Fleksibel waktu — bisa jadi makan malam, camilan malam, hingga sarapan awal pagi.

Wedangan malam seperti sahabat yang tidak pernah menilai, tapi selalu menyambut.

Menu Wedangan Malam yang Wajib Dicoba

Malam di Solo punya suara sendiri, dan suara itu dibawakan oleh menu-menu wedangan yang tak pernah salah. Berikut adalah daftar menu yang wajib kamu coba:

🍵 Kopi Hitam

Kopi hitam adalah paspor rasa wedangan. Pahitnya merangkul lidah seperti cerita lama yang tak pernah hilang. Biasanya disajikan panas, kopi hitam adalah teman setia saat obrolan mulai mendalam atau saat kamu menatap malam yang penuh misteri.

🍵 Wedang Jahe

Wedang jahe seperti pelukan hangat dari malam yang dingin. Jahe yang mengepul—beraroma khas—adalah cara wedangan mengatakan, “Santai saja, nikmati malam.”

🍚 Nasi Kucing

Nasi kucing adalah ikon paling legendaris dari wedangan malam Solo. Porsinya kecil, tapi rasa dan kenangan yang dibawa besar. Dipadu dengan sambal khas, nasi kucing seperti bisikan klasik yang selalu ingin diulang.

🍢 Sate Usus & Sate Telur Puyuh

Sate usus renyah seperti dentingan musik kecil saat digigit. Dipadu dengan telur puyuh yang lembut, mereka seakan menciptakan duet rasa yang tak terlupakan.

🍟 Gorengan

Gorengan adalah pesta kecil yang tersembunyi di malam. Tahu isi, tempe, bakwan, ubi, dan singkong — semuanya bersuara “krispi” seperti tepuk tangan kecil di lidah.

🥘 Oseng-oseng

Oseng-oseng bukan sekadar lauk. Ia adalah paduan gurih, manis, dan sedikit pedas — sebuah simfoni rasa yang membuat malam terasa hidup.

Untuk daftar menu lengkap dan penjelasan yang lebih rinci, kamu bisa lihat artikel
Menu Wedangan Solo.

Tempat Wedangan Malam yang Wajib Dikunjungi di Solo

Solo punya banyak spot wedangan malam yang siap menyapa kamu. Setiap tempat punya karakter sendiri. Ada yang klasik, ada yang modern, dan ada yang menyuguhkan suasana hangat seperti rumah.

  • Wedangan Mbah Wiryo — legenda malam Solo, ramah dan penuh cerita.
  • Wedangan Pendhopo — suasana klasik dengan bangku kayu yang mengundang bicara.
  • Angkringan Omah Semar — modern tapi tetap ramah pada selera tradisional.
  • Wedangan Nala Gareng — tempat yang sering jadi jujugan anak muda dan keluarga.
  • Angkringan Ngopi (Angop) — kopi dan nasi kucing berpadu jadi duet nikmat.

Untuk referensi lebih lengkap mengenai lokasi-lokasi wedangan populer, cek artikel:
Angkringan Populer di Solo.

Jam Operasional Wedangan Malam

Wedangan malam umumnya buka sore — sekitar pukul 18.00 — hingga larut malam. Beberapa bahkan buka sampai dini hari, terutama saat akhir pekan atau musim libur. Maka tak heran jika wedangan malam terasa seperti oase yang tak pernah tidur di tengah kota Solo yang selalu berdenyut.

Wedangan malam adalah tempat di mana cerita tak punya batas waktu.

Wedangan Murah & Kenyamanan Konsumen

Wedangan malam di Solo tidak hanya murah, tetapi juga memperhatikan kenyamanan pengunjung. Banyak tempat wedangan yang menyediakan:

  • Bangku & meja bersih yang ramah pengunjung.
  • Penerangan temaram yang hangat, bukan menyilaukan.
  • Area parkir untuk kendaraan kecil maupun rombongan.
  • Toilet bersih yang nyaman.
  • Ruang ngobrol yang tidak terganggu suara bising kendaraan.

Semua ini membuat wedangan malam Solo bukan hanya soal makan murah, tapi soal pengalaman yang tak terlupakan.

Wedangan Modern & Hik di Malam Hari

Sebagian wedangan malam kini juga mengubah wajah menjadi lebih “modern” — menawarkan WiFi, musik akustik ringan, dan estetika tempat yang instagramable tanpa meninggalkan rasa klasik yang menggugah.

Kalau kamu penasaran bagaimana versi modern dari angkringan malam Solo, cek artikel:
Angkringan Modern Solo.

Begitu pula dengan hik — versi tradisional yang lebih sederhana namun kaya akan kenangan. Untuk lebih jelasnya, baca:
Hik Solo: Wisata Kuliner Tradisional.

Mengakhiri Malam dengan Rasa Lebih Berisi

Jika perutmu sudah hangat setelah wedangan malam, tapi kamu masih ingin pengalaman rasa lain yang lebih “berisi”, saatnya menuju kuliner perkambingan khas Solo—yakni Warung Tengkleng Solo Dlidir.

Promo Spesial di Warung Tengkleng Solo Dlidir

  • Tengkleng Solo kuah rempah berkualitas tinggi – Rp 40.000 / porsi
  • Tengkleng masak rica – Rp 45.000 / porsi
  • Tengkleng Solo kepala kambing + 4 kaki kambing – Rp 150.000 / porsi (cukup untuk 4–8 orang)
  • Sate buntel kambing lokal berkualitas – Rp 40.000 (2 tusuk)
  • Oseng Dlidir (tongseng + nasi + es jeruk) – Rp 20.000 (paket hemat)
  • Sego gulai kambing – Rp 10.000 (tersedia malam hari)

📞 Whatsapp: 0822 6565 2222

🌐 Website: tengklengsolo.com

Warung Tengkleng Solo Dlidir bukan hanya soal rasa. Ia juga menyediakan:

  • Parkir luas
  • Mushola nyaman
  • Toilet bersih
  • Tempat yang cocok untuk rombongan

Menutup malam dengan tengkleng di sini adalah pilihan yang pas — memberi kenikmatan luar biasa setelah suasana wedangan malam Solo yang hangat.

Tips Menikmati Wedangan Malam di Solo

  • Datang sekitar jam 18.00 – 20.00 untuk suasana paling hidup.
  • Mulaikan malam dengan kopi atau wedang jahe.
  • Coba nasi kucing sambil ngobrol dengan teman atau lokal.
  • Campurkan sate usus dan gorengan untuk sensasi rasa lengkap.
  • Tutup malam dengan tengkleng hangat di Warung Tengkleng Solo Dlidir.

Penutup

Wedangan malam Solo adalah cerita rasa, suasana, dan kenangan. Ia berdiri bukan sekadar untuk mengenyangkan perut, tetapi juga untuk memberi ruang bagi percakapan, tawa, dan mimpi singkat di bawah langit malam.

Bila kamu ingin memahami Solo lewat rasa, duduklah di wedangan malam — dan biarkan malam bercerita lewat setiap cangkir dan piring yang disajikan.

 

Rekomendasi Wedangan Murah di Solo untuk Mahasiswa

Wedangan Murah di Solo: Surga Kenyang Tanpa Merusak Dompet. Di Solo, malam punya cerita sendiri. Saat gelap mulai turun, aroma kopi hitam dan nasi kucing mulai bertebaran seperti undangan tak tertulis. Wedangan tidak hanya jadi tempat makan, tapi juga ruang hidup yang ramah. Dan bagi siapa pun yang punya hati hemat tapi selera tinggi—wedangan murah Solo adalah jawabannya.

Wedangan Murah di Solo

Wedangan murah di Solo itu bukan murahan, tapi murah hati. Ia mengenyangkan lebih dari sekadar perut—ia menghangatkan suasana dan membuka jalan bagi obrolan panjang yang tak terduga. Mari kita jelajahi lebih dalam dunia wedangan hemat, lezat, dan penuh cerita di Solo!

Sekitar Kampus UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta)

Daerah sekitar UMS memiliki banyak wedangan dengan harga terjangkau dan suasana yang hidup.
Wedangan Wawan Gereh: Dikenal sebagai “hidden gem”, wedangan ini menawarkan menu sangat lengkap dengan harga yang ramah di kantong.
Menu & Harga: Pilihan nasi bungkus (nasi kucing) seharga sekitar Rp2.500, aneka sundukan (sate usus, ati ampela, dll.) sekitar Rp2.500, dan gorengan mulai Rp500.
Suasana: Tempatnya menyediakan pilihan lesehan dan bangku duduk, cocok untuk nongkrong santai atau nugas.
Lokasi: Di dalam pemukiman warga di daerah Gonilan, UMS.

Wedangan Lek Man Cabang UMS: Tempat ini populer karena pilihan menunya yang beragam dan bisa di-request bakar kecap. Tempatnya luas dan nyaman.
Menu Favorit: Aneka sundukan, nasi bandeng, Indomie goreng/rebus, dan minuman jahe.
Jam Buka: Buka hingga dini hari (sekitar pukul 03.00 WIB), pas untuk begadang atau mencari makan larut malam.

Area Lain di Solo

Wedangan Pak Min: Terletak di daerah Jebres, dekat dengan UNS, wedangan ini memiliki rating tinggi dan dikenal karena harganya yang sangat murah.
Menu Favorit: Nasi bakar, nasi kucing, dan aneka gorengan.
Suasana: Suasananya santai, cocok untuk menikmati minuman panas dan camilan dengan uang terbatas (sekitar Rp20.000 sudah bisa kenyang).
Wedangan Kang Supat: Rekomendasi wedangan lain yang menawarkan pilihan nasi bungkus dan gorengan komplit dengan harga terjangkau di tengah kota Solo.
Wedangan Mas Gondrong: Wedangan ini cukup populer dan sering ramai dikunjungi orang, menawarkan menu lengkap dengan harga bersahabat di daerah Laweyan.

Apa Itu Wedangan Murah Solo?

Wedangan murah Solo adalah versi hemat dari budaya kuliner malam yang sudah hidup puluhan tahun di kota ini. Ia menawarkan menu-menu klasik wedangan seperti nasi kucing, gorengan, sate usus, kopi, dan wedang jahe dengan harga bersahabat. Tidak cuma murah, rasanya sering kali bikin kamu ketagihan!

Budaya wedangan Solo sendiri merupakan payung besar yang menaungi angkringan dan hik. Kalau kamu ingin tahu sejarah & budaya lengkapnya, cek artikel pilar kami:
Budaya Wedangan Solo: Ketika Kopi, Cerita & Malam Menjadi Satu.

Mengapa Wedangan Murah Begitu Spesial?

Wedangan murah itu seperti sahabat yang selalu ada waktu kamu lagi bokek. Ia tak pernah mengeluh, tapi selalu menyapa hangat. Ia bukan sekadar tempat makan — ia adalah ruang berkumpul, kelas diskusi dadakan, bahkan kadang jadi tempat kembang api ide sederhana yang tiba-tiba muncul setelah secangkir kopi kedua.

Orang yang pertama kali datang mungkin tertarik karena harganya yang bersahabat. Tapi yang kedua kali datang, biasanya karena suasana yang bilang, “Tenang, di sini kamu bisa jadi siapa pun.”

Menu Wedangan Murah yang Wajib Dicoba

Walau harganya “ramah kantong”, wedangan murah Solo tetap punya menu yang kaya rasa. Seperti pemain orkestra, setiap menu punya suara dan perannya sendiri:

☕ Kopi Hitam — Si Pemberani

Kopi hitam di wedangan murah itu seperti teman setia yang tidak pernah menilai. Rasa pahitnya menyapa lidah tanpa basa-basi. Sekaleng kopi hitam bisa membuat malam jadi lebih panjang dan hangat.

Kopi ini sering disajikan dalam cangkir kecil, mengepul seperti awan kecil yang mengundang obrolan panjang.

🍵 Wedang Jahe — Pelukan Hangat Malam

Ini adalah pelukan rasa yang merambat perlahan ke setiap sendi tubuh. Wedang jahe sering menjadi pilihan saat malam mulai dingin dan udara ikut menggigil. Hangatnya bukan hanya di tenggorokan — tapi di hati juga.

🍚 Nasi Kucing — Porsi Kecil, Rasa Besar

Walau porsinya kecil, nasi kucing punya kekuatan besar untuk membuat perut kenyang bahagia. Terasa sederhana, tapi dalam satu suap ia bisa membawa kenangan masa kecil atau malam pertama kali datang ke Solo.

Nasi kucing sering ditemani sambal khas serta lauk sederhana, tapi berpadu jadi kombinasi yang jarang salah.

🍢 Sate Usus & Sate Telur Puyuh — Irama Renyah di Lidah

Sate usus itu bak irama musik renyah saat digigit. Ditambah dengan telur puyuh yang lembut, keduanya seperti duet musikal yang bikin lidah ikut berdansa.

🍟 Gorengan — Gugusan Rasa yang Tak Pernah Salah

Tahu isi, tempe, bakwan, dan singkong goreng — semuanya renyah sempurna. Di wedangan murah, gorengan itu seperti teman lama yang selalu ada ketika dibutuhkan.

  • Tahu isi
  • Tempe goreng
  • Bakwan
  • Ubi goreng
  • Singkong goreng

🥘 Oseng-oseng — Simfoni Pedas & Gurih

Oseng-oseng adalah jawaban untuk yang ingin rasa lebih kompleks. Gurihnya merangkai rasa pedas, manis, dan hangat dalam satu porsi yang sederhana.

Daftar Wedangan Murah Terpopuler di Solo

Kalau kamu ingin langsung terjun ke pengalaman wedangan murah di Solo, simak beberapa rekomendasi berikut:

  • Wedangan Pak Rudi – nasi kucing + sate usus harga bersahabat
  • Hik Bu Sumi – klasik dan murah, sambal spesial yang menggoda
  • Angkringan Bu Nduth Pokwe – favorit anak kosan karena kombinasi harga & porsi
  • Wedangan Mbah Wiryo – legenda wedangan Solo yang tak pernah sepi
  • Wedangan Nala Gareng – suasana nyaman dengan menu lengkap

Untuk daftar lebih lengkap dan detail lokasi, kamu bisa membaca
Angkringan Populer di Solo.

Harga Menu Wedangan: Hemat Tanpa Gagal Rasa

Yang membuat wedangan murah Solo begitu dicintai adalah harganya yang bersahabat. Kamu bisa makan kenyang tanpa harus menguras isi dompet:

  • Nasi kucing: Rp 2.000 – Rp 5.000
  • Sate usus: Rp 1.000 – Rp 3.000 / tusuk
  • Kopi hitam: Rp 5.000 – Rp 10.000
  • Wedang jahe: Rp 5.000 – Rp 8.000
  • Gorengan: Rp 2.000 – Rp 5.000

Dengan harga-harga ini, satu malam di wedangan bisa jadi pengalaman kenyang luar biasa yang tak pernah membuat kantong meringis.

Cara Memilih Wedangan Murah yang Berkualitas

Cara memilih wedangan murah di Solo itu seperti memilih sahabat: kamu ingin yang nyaman, ramah, dan selalu bisa diandalkan. Berikut tipsnya:

  • Pilih yang ramai pengunjung — biasanya itu tanda rasa yang oke dan harga yang bersahabat.
  • Cari yang bersih — walau murah, kebersihan tetap nomor satu.
  • Perhatikan sajian kopi & wedang — sejuk atau hangatnya pas akan membuat pengalaman lebih nikmat.
  • Coba menu lokal seperti nasi kucing & sate usus — mereka adalah inti wedangan Solo.

Kalau kamu ingin mengeksplor lebih jauh perbedaan antara hik dan angkringan sebagai bagian dari budaya murah ini, cek artikel
Beda Hik & Angkringan.

Wedangan Murah & Angkringan Modern: Dua Dunia yang Saling Menyapa

Meskipun kita membahas *wedangan murah*, bukan berarti dunia angkringan modern menjauh. Justru, banyak angkringan modern yang tetap menawarkan menu murah sambil menyuguhkan suasana estetik.

Jika kamu ingin tahu bagaimana angkringan modern berdandan tanpa melupakan harga bersahabat, baca
Angkringan Modern Solo.

Obrolan & Kenangan yang Terbentuk di Wedangan Murah

Banyak pengunjung mengatakan bahwa wedangan murah Solo bukan sekadar soal makanan. Ia adalah ruang berkumpul penuh cerita. Ada yang datang untuk berdiskusi tugas kuliah, ada yang datang sekadar “ngopi dulu”, dan ada juga yang datang untuk reuni singkat setelah lama tak bersua.

Wedangan murah menggabungkan rasa, suasana, dan cerita menjadi satu paket pengalaman malam yang tak bisa diremehkan.

Malam Kamu Belum Lengkap Tanpa Tengkleng!

Kalau perutmu sudah puas diwedangan murah, tapi kamu ingin naik level kenikmatan, waktunya menuju *kuliner perkambingan* yang tak kalah ramah di Solo—yakni Warung Tengkleng Solo Dlidir.

Menu Spesial di Warung Tengkleng Solo Dlidir

Warung Tengkleng Solo Dlidir adalah destinasi kuliner malam yang pas dijadikan penutup setelah wedangan murah. Menu-menunya bukan sekadar kenyang—tapi penuh citarasa rempah dan tekstur menggoda:

  • Tengkleng Solo kuah rempah berkualitas tinggi – Rp 40.000 / porsi
  • Tengkleng masak rica – Rp 45.000 / porsi
  • Tengkleng Solo kepala kambing + 4 kaki kambing – Rp 150.000 / porsi (cukup untuk 4–8 orang)
  • Sate buntel kambing lokal berkualitas – Rp 40.000 (2 tusuk)
  • Oseng Dlidir (tongseng + nasi + es jeruk) – Rp 20.000
  • Sego gulai kambing – Rp 10.000 (tersedia malam hari)

📞 Whatsapp: 0822 6565 2222

🌐 Website:
tengklengsolo.com

Warung Tengkleng Solo Dlidir bukan hanya soal rasa. Parkirannya luas, ada mushola, toilet bersih, dan suasana nyaman — cocok untuk keluarga, rombongan teman, maupun acara kecil.

Tips Menikmati Wedangan Murah Solo agar Makin Seru

  • Datang sore atau malam (18.00 – 22.00) untuk suasana paling hidup.
  • Mulai dengan kopi atau wedang jahe untuk membuka selera.
  • Coba nasi kucing terlebih dahulu — ini adalah inti wedangan Solo.
  • Padukan dengan gorengan dan sate usus untuk rasa yang lengkap.
  • Barulah tutup malammu dengan tengkleng lezat di Warung Tengkleng Solo Dlidir.

Penutup

Wedangan murah di Solo itu bukan sekadar soal harga, tapi soal pengalaman. Ia adalah kumpulan rasa, obrolan, tawa, dan malam yang tak pernah benar-benar usai.

Kalau kamu ingin menjelajah cerita kuliner malam lebih dalam, duduklah di wedangan Solo, pesan menu favoritmu, dan biarkan malam bicara lewat rasa.

 

Menu Wajib di Wedangan Solo yang Paling Dicari

Menu Wedangan Solo: Surga Rasa di Malam Hari yang Tak Pernah Tidur.

Wedangan Solo bukan sekadar tempat makan. Ia adalah panggung rasa, di mana setiap menu berperan seperti aktor yang punya cerita sendiri. Ketika senja turun, wedangan membuka tirainya—mengundang kita untuk datang, duduk, memesan, dan berbicara lewat rasa.

Menu Wedangan Solo

Di Solo, menu wedangan seakan punya jiwa. Ia tak hanya sekadar makanan, namun juga teman malam yang ramah. Ada kopi hitam yang berbicara dengan lidah, nasi kucing yang tersenyum kecil, dan sate usus yang bersuara renyah ketika digigit.

Artikel ini adalah panduan lengkap tentang menu-menu wedangan Solo yang wajib kamu coba—mulai dari yang klasik hingga yang kekinian. Mari kita mulai perjalanan rasa kita!

Apa Itu Wedangan?

Sebelum bicara menu, penting tahu dulu apa itu wedangan. Wedangan adalah warung makan malam tradisional khas Jawa, termasuk Solo. Ia adalah ruang sosial malam hari di mana orang duduk berkumpul, menyeruput minuman hangat, dan menikmati hidangan sederhana dengan obrolan yang panjang.

Kalau kamu ingin memahami betul budaya wedangan, artikel pilar kami bisa bantu:
Wedangan Solo: Panduan Lengkap Angkringan, Hik, & Tempat Nongkrong Favorit

Menu Khas Wedangan Solo: Penuh Cita Rasa & Cerita

Menu wedangan Solo identik dengan cita rasa sederhana tapi penuh kenangan. Berikut daftar menu legendaris yang sering muncul di setiap wedangan Solo:

☕ 1. Kopi Hitam

Kopi hitam di wedangan bukan sekadar minuman—ia adalah penyambung rasa malam. Pahitnya seperti cerita lama yang terus teringat. Ia selalu setia menyapa lidah yang lelah setelah hari panjang.

Kopi hitam biasanya disajikan dalam cangkir kaca kecil, hangat, dan beraroma pekat. Kebanyakan pengunjung akan bilang, “Kalau belum minum kopi hitam, rasanya malam belum dimulai.”

🍵 2. Wedang Jahe

Wedang jahe adalah pelukan hangat di malam yang dingin. Jahe yang mengepul dengan gula merah yang manis membawa kehangatan ke setiap helaan napas. Ia seperti ibu yang membisikkan kata “tenang” saat lelah datang.

🍚 3. Nasi Kucing

Nasi kucing adalah ikon wedangan. Porsinya kecil, tapi rasa dan kenangan yang ditawarkannya luar biasa besar. Biasanya disajikan dengan sambal terasi dan lauk seadanya—tapi justru di situlah letak magisnya.

Nasi kucing seperti bahasa tersembunyi di Solo—penuh makna di balik kesederhanaannya.

🍢 4. Sate Usus & Sate Telur Puyuh

Sate usus berkulit renyah itu seperti musik yang mengajak lidah berdansa, sementara sate telur puyuh manisnya seperti tawa kecil yang muncul tiba-tiba.

Keduanya sering menjadi cocolan sempurna untuk nasi kucing—mereka bersatu bak sahabat yang tak terpisahkan.

🍟 5. Gorengan

Gorengan di wedangan adalah bintang tanpa panggung. Tahu isi, tempe, bakwan—semuanya diasah renyah sampai suara “krispi”-nya bisa terdengar dari jauh.

Gorengan itu ibarat tepukan hangat di punggung setelah seharian bertarung dengan rutinitas.

🥘 6. Oseng-Oseng

Oseng-oseng bisa hadir dengan berbagai bentuk—bisa tempe, sayur, atau rebung. Rasa manis dan gurihnya seperti obrolan panjang sambil menyantap nasi kucing.

Untuk daftar menu lengkap yang sering kamu temui di wedangan Solo, kamu juga bisa cek artikel
Menu Wajib di Wedangan Solo untuk referensi lebih dalam.

Menu Kekinian di Wedangan: Tradisi yang Berdansa dengan Zaman

Bukan hanya menu klasik, beberapa wedangan kini mulai mengadopsi menu kekinian—tanpa meninggalkan jati diri tradisionalnya. Misalnya:

  • Kopi susu gula aren
  • Milk tea
  • Roti bakar aneka topping
  • Indomie kekinian
  • Rice bowl sederhana

Menu-menu ini hadir seperti senandung baru—modern namun tetap menghormati nada lama sang wedangan.

Wedangan vs Angkringan vs Hik: Siapa yang Tawarkan Apa?

Kalau kamu bingung membedakan, ini dia panduan sederhananya:

Semua punya tempatnya masing-masing—seperti alat musik dalam orkestra malam Solo.

Menu Spesial yang Sering Jadi Favorit

Selain daftar klasik di atas, berikut menu yang sering jadi favorit pecinta wedangan:

  • Nasi kucing sambal terasi pedas—untuk kamu yang suka sensasi menggigit.
  • Kopi hitam tanpa gula—untuk yang cinta rasa pahit otentik.
  • Wedang rempah—untuk yang ingin kehangatan ekstra.
  • Tahu isi spesial—dengan sambal ekstra pedas.

Semua menu di atas membuat lidah dan suasana jadi teman bicara yang sulit dipisahkan.

Menu yang Bikin Kamu Nambah Lagi & Lagi

Rasa lapar di wedangan sering datang tak terduga. Terkadang kamu sudah kenyang, tapi matamu menatap gorengan yang masih tersisa, atau cangkir kopi kedua sudah mulai merengek ingin diisi ulang.

Wedangan memang punya daya tarik misterius. Ia seperti magnet rasa yang tak bisa ditolak.

Menginspirasi Rasa Lain di Solo

Kalau setelah puas menjelajahi menu wedangan kamu masih ingin pengalaman rasa lain, saatnya beralih ke kuliner Solo yang lebih “berisi” seperti yang ditawarkan oleh
Warung Tengkleng Solo Dlidir.

Menu Spesial di Warung Tengkleng Solo Dlidir

Warung Tengkleng Solo Dlidir adalah destinasi kuliner perkambingan yang cocok jadi penutup malam setelah wedangan. Menu-menu di sini bukan sekadar makanan—ia adalah simfoni rempah dan tekstur yang mengajak lidah berdansa:

  • Tengkleng Solo kuah rempah berkualitas tinggi – Rp 40.000 / porsi
  • Tengkleng masak rica – Rp 45.000 / porsi
  • Tengkleng Solo kepala kambing + 4 kaki kambing – Rp 150.000 / porsi (cukup untuk 4–8 orang)
  • Sate buntel kambing lokal berkualitas – Rp 40.000 (2 tusuk)
  • Oseng Dlidir (tongseng + nasi + es jeruk) – Rp 20.000 (paket hemat)
  • Sego gulai kambing – Rp 10.000 (tersedia malam hari)

📞 Whatsapp: 0822 6565 2222

🌐 Website: tengklengsolo.com

Warung Tengkleng Solo Dlidir juga menawarkan **parkir luas, mushola, dan fasilitas toilet bersih**, membuatnya ideal untuk rombongan keluarga, teman nongkrong, atau acara kecil.

Kombinasi Wedangan & Tengkleng: Cara Paling Nikmat Menikmati Solo

Mulai dari kopi hitam, nasi kucing, gorengan, hingga menu kekinian, wedangan Solo adalah pintu masuk pengalaman kuliner malam yang tak akan terlupakan. Dan ketika malam mendekati puncaknya, Warung Tengkleng Solo Dlidir siap menjadi penutup yang sempurna—membekas di lidah, hati, dan kenanganmu.

Tips Menikmati Menu Wedangan Solo

  • Datang di sore hingga malam (18.00 – 22.00).
  • Mulai dengan kopi atau wedang jahe untuk membuka selera.
  • Coba nasi kucing dengan sambal khas.
  • Padu-padankan dengan sate usus & gorengan.
  • Akhiri dengan menu perkambingan di Warung Tengkleng Solo Dlidir untuk pengalaman lengkap.

Penutup

Menu wedangan Solo adalah cerita rasa—dari yang klasik hingga kekinian. Ia mengajak kita duduk, menikmati, dan berbicara lewat setiap gigitan.

Kalau kamu ingin menikmati semua itu, duduklah di wedangan, pesan menu favoritmu, dan biarkan malam Solo bercerita melalui rasa.

👉 Jelajahi kuliner Solo lainnya di
tengklengsolo.com

Budaya Wedangan di Solo: Dari Masa ke Masa

Budaya Wedangan Solo: Ketika Kopi, Cerita & Malam Menjadi Satu. Wedangan Solo bukan sekadar warung makan malam. Ia adalah sahabat yang tak pernah tidur, seperti lampu yang setia menunggu malam tiba. Ketika matahari pergi beristirahat, wedangan mulai membuka tirainya, memanggil siapa pun yang lapar akan kehangatan—baik di perut maupun di hati.

Budaya Wedangan Solo

Di Solo, wedangan bukan sekadar tempat. Ia adalah ritual, tradisi, bahkan bagian kecil dari identitas kota. Ia berdandan sederhana, berbicara dengan bahasa makanan, dan menyapa setiap pengunjung dengan cangkir kopi serta sepiring nasi kucing yang mengepul seperti awan kecil di malam hari.

Pada halaman ini, kita akan menelusuri budaya wedangan di Solo, mulai dari sejarahnya, transformasi ke angkringan modern, perbedaan dengan hik, sampai pengalaman konsumen yang membuatnya begitu istimewa. Mari duduk, pesan secangkir kopi, dan dengarkan suara malam Solo melalui wedangan.

Asal Usul Budaya Wedangan di Solo

Wedangan lahir dari kebutuhan sederhana: tempat menghangatkan tubuh dan berbagi cerita setelah hari yang panjang. Dulu, sebelum kafe kekinian hadir, Solo punya wedangan sebagai “cafe-nya kota tua.” Ia muncul dari gerobak-gerobak kecil yang diparkir di tepi jalan. Kursinya sederhana, sering kali berupa bangku kayu, dan meja yang menunggu jejak cangkir.

Banyak warga Solo yang bilang bahwa wedangan itu seperti kakek yang bijak—tenang, ramah, dan punya banyak cerita. Ia selalu ada, entah kamu pulang larut atau baru saja selesai ngantor seharian.

Wedangan sendiri berasal dari kata “wedang” yang berarti minuman hangat. Namun, seiring waktu, Wedangan Solo berkembang menjadi tempat makan & nongkrong malam yang penuh makna.

Untuk mengenal lebih dalam soal tempat nongkrong malam di Solo, kamu bisa membaca artikel pilar kami
Wedangan Solo: Panduan Lengkap Angkringan, Hik, & Tempat Nongkrong Favorit.

Wedangan & Angkringan: Dua Sahabat dalam Budaya Solo

Wedangan dan angkringan di Solo ibarat dua sahabat karib. Mereka saling melengkapi dalam menyambut malam. Angkringan sering disebut sebagai bagian dari keluarga besar wedangan. Ia lebih fleksibel—bisa tradisional, bisa juga modern.

Kalau kamu ingin tahu daftar angkringan favorit di Solo, baca
Angkringan Populer di Solo.

Sementara itu, hik adalah versi yang lebih tradisional, sederhana, dan penuh nostalgia. Ia cocok bagi yang ingin suasana tenang sambil menyeruput kopi hangat. Untuk lebih jelasnya, cek artikel
Hik Solo: Wisata Kuliner Tradisional.

Baik hik maupun angkringan adalah wajah dari budaya wedangan. Mereka berbeda karakter, tapi sama-sama menyapa malam dengan senyum hangat dan menu nikmat.

Kenapa Wedangan Menjadi Bagian Tak Terpisahkan dari Solo?

Wedangan bukan sekadar tempat makan malam—ia adalah ruang sosial yang hidup. Ia menjadi tempat bertukar cerita, diskusi ringan, bahkan tempat melampiaskan rindu. Orang Solo sering bilang: “Kalau malam belum habis wedangan, rasanya malam belum sempurna.”

Budaya ini berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat Solo yang ramah, suka berkumpul, dan menghargai setiap momen sederhana. Wedangan menjadi saksi bisu tawa, obrolan panjang, hingga percakapan serius tentang hidup yang sering terjadi di meja kecil dengan secangkir kopi panas.

Simfoni Rasa di Wedangan: Dari Kopi Hingga Nasi Kucing

Wedangan Solo punya menu khas yang hampir selalu tersedia:

  • Kopi hitam — pahitnya seperti nostalgia saat pertama kali jatuh cinta.
  • Wedang jahe — hangatnya merambat seperti pelukan ibu.
  • Nasi kucing — kecil namun penuh cita rasa, teman setia sepanjang malam.
  • Sate usus — renyah, seperti tawa teman lama yang tak pernah basi.
  • Gorengan — gurih dan menggoda, seperti embun di pagi hari.

Menu-menu ini bukan sekadar makanan. Mereka adalah karakter—pemain utama dalam cerita malam Solo. Untuk lebih lengkap soal menu yang sering kamu temui, cek artikel
Menu Wajib di Wedangan Solo.

Wedangan & Transformasi Menu

Seiring tren kekinian, beberapa wedangan mulai memperluas daftar menu mereka. Tidak hanya nasi kucing lagi, tapi juga:

  • Rice bowl
  • Kopi susu gula aren
  • Roti bakar
  • Milk tea
  • Menu fusion

Namun, tanpa meninggalkan identitasnya—menu klasik tetap menjadi roh yang mengikat budaya wedangan.

Angkringan Modern: Wedangan yang Berdandan Kekinian

Angkringan modern adalah bukti bahwa budaya wedangan adaptif. Ia bisa memakai lampu temaram, dinding mural, WiFi, live music, tapi tetap menyajikan nasi kucing dan sate usus yang otentik. Angkringan ini seperti anak muda yang tetap bangga pada akar budayanya.

Kalau kamu penasaran dengan angkringan versi modern, baca artikel
Angkringan Modern Solo.

Ritual Nongkrong di Wedangan

Malam di Solo biasanya dimulai sekitar pukul 18.00. Saat itu, wedangan mulai membuka perangkap keharuman kopi dan nasi kucing yang menggoda. Satu per satu pengunjung datang—ada pekerja kantoran, mahasiswa, hingga wisatawan.

Orang Solo punya ritual unik: ngobrol santai sampai selesai, bukan sampai jam makan malam selesai. Kadang cerita yang awalnya ringan bisa berubah jadi diskusi berat tentang hidup, politik, atau cinta.

Suasana ini membuat wedangan bukan sekadar tempat makan, tetapi ruang *dialog kehidupan* yang tak berujung.

Kebiasaan Lokal yang Membuat Wedangan Berbeda

  • Sharing platter: Nasi kucing sering dibagi bersama, menciptakan suasana kebersamaan.
  • Ngopi bareng: Kopi bukan sekadar minuman — ia adalah alasan untuk duduk lebih lama.
  • Diskusi malam: Wedangan adalah ruang demokrasi kecil di trotoar Solo.

Karena itulah orang lokal selalu bilang: “Kalau mau kenal Solo, duduklah di wedangan.”

Pengalaman Konsumen yang Tak Terlupakan

Banyak pengunjung bilang bahwa pertama kali di wedangan Solo seperti bertemu sahabat lama. Kepulan asap kopi, bunyi sendok menyeruput wedang jahe, serta suara tawa di seberang meja membuat suasana begitu hidup.

Kenikmatan itu sering kali tidak hanya soal rasa, tetapi tentang **kenyamanan**—kursi yang tak pernah menilai, kopi yang tak pernah tergesa, serta suasana yang selalu menerima siapa pun.

Menutup Malam dengan Cita Rasa yang Lebih Tajam

Setelah puas menjelajahi budaya wedangan di Solo, saatnya kamu membawa perut dan hati ke pengalaman yang lebih “berisi.” Warung Tengkleng Solo Dlidir menawarkan menu perkambingan yang bisa jadi penutup malam yang tepat:

  • Tengkleng Solo kuah rempah premium – Rp 40.000 / porsi
  • Tengkleng masak rica – Rp 45.000 / porsi
  • Kepala kambing + 4 kaki kambing – Rp 150.000 (cukup untuk 4–8 orang)
  • Sate buntel kambing lokal – Rp 40.000 (2 tusuk)
  • Oseng Dlidir (tongseng + nasi + es jeruk) – Rp 20.000
  • Sego gulai kambing – Rp 10.000 (tersedia malam hari)

📞 Whatsapp: 0822 6565 2222

🌐 Website: tengklengsolo.com

Warung Tengkleng Solo Dlidir bukan hanya soal makanan enak. Parkirannya luas, tersedia mushola, toilet bersih, dan suasana nyaman — cocok untuk rombongan maupun keluarga besar yang ingin menutup malam dengan penuh kehangatan.

Kenapa Wedangan & Tengkleng Solo Dlidir Cocok Bersama?

Wedangan memberikan pengalaman budaya kulit malam Solo — penuh obrolan dan rasa sederhana. Sementara, Warung Tengkleng Solo Dlidir memberikan klimaks dari petualangan rasa itu: kuah rempah yang merasuk, daging kambing yang meleleh, dan suasana yang membuat kamu ingin kembali.

Tips Menikmati Budaya Wedangan Solo

  • Buka malam — mulai sekitar jam 18.00 untuk suasana paling hidup
  • Coba berbagai menu kecil sebelum menentukan favorit
  • Ajak teman atau keluarga untuk pengalaman yang lebih seru
  • Pesan kopi panas sambil menikmati obrolan
  • Akhiri malam dengan tengkleng lezat di Warung Tengkleng Solo Dlidir

Penutup

Budaya wedangan Solo adalah cerita tentang manusia. Tentang bagaimana secangkir kopi bisa jadi obat hati, bagaimana sepiring nasi kucing bisa menyatukan tawa, dan bagaimana suasana malam bisa menjadi kenangan tak terlupakan.

Kalau kamu ingin memahami Solo lebih dalam, duduklah di wedangan. Biarkan malam bercerita, dan jadikan Warung Tengkleng Solo Dlidir sebagai akhir yang tak terlupakan dari petualangan rasa kamu.

 

Perbedaan Hik dan Angkringan: Mana Favorit Warga Solo?

Beda Hik dan Angkringan: Saudara Kembar yang Tak Pernah Sama Persis. Di malam Solo, hik dan angkringan berjalan beriringan seperti dua sahabat lama. Mereka lahir dari rahim budaya yang sama, tapi tumbuh dengan kepribadian berbeda. Hik berdiri kalem seperti bapak yang bijak, sementara angkringan melompat ceria seperti anak muda yang penuh ide.

Beda Hik dan Angkringan

Banyak orang masih bingung, “Sebenarnya apa sih beda hik dan angkringan?” Tenang, di artikel ini kita kupas tuntas perbedaannya dengan bahasa santai, lengkap, dan tentu saja ramah SEO.

Apa Itu Hik?

Hik adalah warung makan malam khas Solo yang menjual nasi kucing, gorengan, sate usus, dan minuman hangat. Ia sederhana, apa adanya, tanpa banyak hiasan. Hik seperti rumah lama yang tetap hangat meski catnya mulai pudar.

Biasanya hik menggunakan gerobak kayu, bangku panjang, dan lampu seadanya. Tapi justru di situlah pesonanya. Hik tidak ingin tampil mewah, ia hanya ingin menemani orang lapar dengan setia.

Baca lebih lengkap di artikel khusus
Hik Solo: Wisata Kuliner Tradisional.

Apa Itu Angkringan?

Angkringan adalah saudara hik yang lebih fleksibel. Ia bisa tampil sangat sederhana, tapi juga bisa berdandan modern seperti cafe. Angkringan seperti remaja yang mudah beradaptasi dengan zaman.

Dari tikar pinggir jalan sampai kedai estetik dengan lampu gantung, semua bisa disebut angkringan. Tapi ciri khasnya tetap sama: nasi kucing, sate-satean, dan minuman hangat.

Kalau mau eksplor, mampir ke
Angkringan Populer di Solo.

Perbedaan Hik dan Angkringan Secara Umum

Aspek Hik Angkringan
Konsep Tradisional, sederhana Bisa tradisional & modern
Tempat Gerobak + bangku kayu Dari kaki lima sampai cafe
Target Pekerja malam, warga lokal Anak muda, wisatawan
Menu Lebih klasik Lebih variatif
Suasana Tenang, akrab Rame, santai, kekinian

Hik seperti buku lama yang penuh hikmah. Angkringan seperti novel baru yang penuh kejutan.

Soal Menu, Siapa Lebih Menggoda?

Hik setia pada menu klasik. Ia tidak suka neko-neko. Nasi kucing, sate usus, gorengan, kopi, dan wedang jahe sudah cukup membuatnya bangga.

Angkringan lebih berani. Selain menu klasik, ia menghadirkan:

  • Indomie kekinian
  • Roti bakar aneka topping
  • Kopi susu gula aren
  • Rice bowl
  • Snack modern

Namun tetap saja, nasi kucing adalah raja yang tak tergantikan.

Suasana: Hik yang Tenang vs Angkringan yang Ramai

Hik lebih cocok buat kamu yang ingin ngobrol pelan, diskusi santai, atau sekadar menikmati kopi dalam diam. Ia tidak berisik, tapi penuh makna.

Angkringan modern seperti
Angkringan Modern Solo
lebih cocok buat nongkrong rame-rame, foto-foto, bahkan kerja pakai laptop.

Harga: Sama-sama Ramah Dompet

Baik hik maupun angkringan, keduanya sangat bersahabat dengan kantong. Harga nasi kucing mulai dari Rp 2.000 – Rp 5.000, sate usus Rp 1.000 – Rp 3.000.

Di sinilah mereka sama-sama rendah hati. Tidak pernah memeras dompet, tapi selalu mengenyangkan.

Mana yang Lebih Cocok Buat Kamu?

  • Kalau suka suasana sepi & klasik → Hik
  • Kalau suka nongkrong rame & kekinian → Angkringan
  • Kalau ingin dua-duanya → Jelajahi Solo!

Setelah Hik & Angkringan, Saatnya Naik Level!

Kalau setelah puas hik dan angkringan perutmu masih menuntut perhatian, ajak ia bertualang ke Warung Tengkleng Solo Dlidir.

Di sini, tengkleng bukan sekadar makanan. Ia seperti orkestra yang memainkan simfoni rasa. Kuah rempahnya menari, daging kambingnya melunak penuh cinta.

Menu Spesial Warung Tengkleng Solo Dlidir

  • Tengkleng Solo kuah rempah premium – Rp 40.000
  • Tengkleng masak rica pedas – Rp 45.000
  • Kepala kambing + 4 kaki – Rp 150.000 (untuk 4–8 orang)
  • Sate buntel kambing lokal – Rp 40.000 (2 tusuk)
  • Oseng Dlidir (tongseng + nasi + es jeruk) – Rp 20.000
  • Sego gulai kambing – Rp 10.000 (tersedia malam hari)

📞 Whatsapp: 0822 6565 2222

🌐 Website:
tengklengsolo.com

Warung Tengkleng Solo Dlidir sangat ramah rombongan. Parkiran luas, tersedia mushola, toilet bersih, dan suasana nyaman. Ia seperti rumah besar yang siap menerima siapa saja.

Kenyamanan Itu Nomor Satu

Makan enak saja tidak cukup. Harus nyaman. Baik di hik, angkringan, maupun di Warung Tengkleng Solo Dlidir, kenyamanan adalah raja.

Ketika perut kenyang dan hati senang, itulah definisi liburan yang sebenarnya.

Penutup

Hik dan angkringan adalah dua wajah dari satu cerita: cerita kuliner malam Solo. Mereka berbeda, tapi saling melengkapi.

Dan ketika kamu ingin naik level, biarkan Warung Tengkleng Solo Dlidir menjadi penutup yang sempurna.

Angkringan Modern Solo: Konsep Baru yang Disukai Anak Muda

Angkringan Modern Solo: Saat Tradisi Berdandan Kekinian dan Tetap Ramah di Kantong. Di Kota Solo, angkringan tidak mau kalah oleh zaman. Ia berdandan rapi, memasang lampu temaram, menyediakan WiFi, dan menyapa anak muda dengan senyum kekinian. Namun, di balik tampilannya yang modern, jiwanya tetap sederhana. Angkringan modern Solo seolah berkata, “Aku berubah, tapi tak lupa siapa diriku.”

Angkringan Modern Solo

Angkringan kini bukan hanya warung kaki lima. Ia menjelma menjadi ruang nongkrong, tempat diskusi, bahkan saksi bisu pertemuan cinta. Kursi kayu dan meja panjang seolah memeluk setiap pengunjung yang datang, mengajak duduk lebih lama, mengobrol lebih lepas.

Apa Itu Angkringan Modern?

Angkringan modern adalah versi upgrade dari angkringan tradisional. Kalau dulu angkringan identik dengan gerobak dan tikar, kini ia berdiri lebih percaya diri dengan konsep cafe. Lampu hias, mural, musik akustik, hingga colokan listrik hadir sebagai teman setia.

Namun satu hal tak berubah: nasi kucing tetap menjadi raja. Ia duduk di atas singgasananya, dikelilingi sate usus, telur puyuh, gorengan, dan sambal yang selalu menggoda iman diet.

Untuk mengenal akar budayanya, Anda bisa baca artikel pilar kami
Wedangan Solo: Panduan Lengkap Angkringan, Hik, & Tempat Nongkrong Favorit.

Kenapa Angkringan Modern Disukai Anak Muda?

Anak muda menyukai tempat yang “ngerti mereka”. Angkringan modern paham betul bahasa generasi sekarang. Ia menyediakan:

  • WiFi gratis
  • Stop kontak di tiap sudut
  • Live music akustik
  • Spot foto instagramable
  • Menu kekinian tapi harga bersahabat

Angkringan modern seperti sahabat yang asik. Ia tidak menghakimi dompet tipis, tapi tetap memberi suasana nyaman seperti cafe mahal.

Menu Andalan Angkringan Modern Solo

Menu di angkringan modern tak hanya nasi kucing. Kini ia punya pasukan baru:

  • Kopi susu gula aren
  • Teh tarik
  • Milk tea
  • Roti bakar aneka topping
  • Indomie kekinian
  • Rice bowl

Namun jangan salah, sate usus dan gorengan tetap jadi primadona. Mereka seperti veteran perang yang tak tergantikan.

Kalau mau tahu menu klasik, mampir ke
Menu Wajib di Wedangan Solo.

Rekomendasi Angkringan Modern di Solo

Berikut beberapa angkringan modern yang sering jadi jujugan:

  • Angkringan Omah Semar – observed tapi modern, cocok buat nongkrong lama
  • Angkringan Ngopi (Angop) – kopi dan nasi kucing jadi duet maut
  • Wedangan Pendhopo – tradisional tapi tampil elegan
  • Oinkringan Solo – konsep unik, ramah anak muda

Untuk versi klasiknya, baca juga
Angkringan Populer di Solo.

Nyaman Itu Penting: Angkringan yang Memahami Pengunjung

Angkringan modern paham bahwa kenyamanan adalah raja. Kursi empuk, meja bersih, parkiran luas, toilet bersih, bahkan mushola mulai disediakan. Angkringan seolah berkata, “Tenang, kamu aman di sini.”

Di sinilah nongkrong jadi lebih manusiawi. Tidak perlu terburu-buru, tidak perlu canggung. Angkringan modern membuka pelukan untuk semua.

Saat Nongkrong, Perut Ikut Bicara

Kalau perut mulai berdemo, jangan abaikan suaranya. Selain menu angkringan, Anda bisa melanjutkan perjalanan rasa ke Warung Tengkleng Solo Dlidir.

Di sana, tengkleng bukan sekadar makanan. Ia seperti orator ulung yang berpidato di lidah. Kuah rempahnya bersuara lantang, daging kambingnya lembut seperti bujukan.

Promo Spesial Warung Tengkleng Solo Dlidir

📍 Lokasi strategis di Solo
🚗 Parkir luas
🕌 Tersedia mushola
🚻 Toilet bersih
👨‍👩‍👧‍👦 Cocok untuk rombongan

Menu Andalan:

  • Tengkleng Solo kuah rempah premium – Rp 40.000 / porsi
  • Tengkleng masak rica pedas nagih – Rp 45.000 / porsi
  • Paket kepala kambing + 4 kaki – Rp 150.000 (untuk 4–8 orang)
  • Sate buntel kambing lokal – Rp 40.000 (2 tusuk)
  • Oseng Dlidir (tongseng + nasi + es jeruk) – Rp 20.000
  • Sego gulai kambing – Rp 10.000
    *tersedia malam hari*

📞 Whatsapp: 0822 6565 2222

🌐 Website:
tengklengsolo.com

Warung Tengkleng Solo Dlidir seperti rumah kedua. Ia tidak hanya mengenyangkan, tapi juga memanjakan. Bahkan parkirannya lega, musholanya siap, toiletnya bersih. Angkringan modern boleh kece, tapi tengkleng Dlidir siap jadi penutup malam yang sempurna.

Tips Nongkrong Nyaman di Angkringan Modern

  • Datang sore atau malam hari untuk suasana paling hidup
  • Pilih spot dekat colokan kalau bawa laptop
  • Pesan camilan dulu, baru minuman
  • Jangan lupa foto, tapi tetap nikmati suasana

Angkringan Modern & Hik: Dua Dunia yang Saling Menyapa

Kalau angkringan modern itu anak muda, maka hik adalah orang tua yang bijak. Keduanya hidup berdampingan. Kalau penasaran, baca
Hik Solo: Wisata Kuliner Tradisional.

Penutup

Angkringan modern Solo adalah bukti bahwa tradisi bisa tumbuh tanpa kehilangan jati diri. Ia berdandan kekinian, tapi tetap ramah. Ia modern, tapi tetap sederhana.

Dan saat malam makin larut, biarkan perjalanan rasa Anda ditutup manis oleh Warung Tengkleng Solo Dlidir. Karena di Solo, kuliner bukan sekadar makan. Ia adalah cerita.

👉 Jelajahi cerita kuliner Solo lainnya di
tengklengsolo.com

Hik Solo: Warung Wedangan Tradisional yang Masih Eksis

Hik Solo: Wisata Kuliner Tradisional yang Menyapa Malam. Di bawah langit malam Solo, ketika angin berbisik pelan dan lampu kota mulai menari, suara teki-teki panci serta bunyi cangkir kaca memanggil siapa saja yang lapar akan kehangatan. Itu bukan sekadar angkringan — itu adalah hik Solo, sang legenda malam yang tak pernah tidur.

Hik Solo

Hik bukan sekadar tempat makan. Ia adalah narator cerita, mentor rasa, dan saksi bisu perjalanan malam setiap pelancong, pekerja malam, maupun warga lokal yang rindu kehangatan dalam setiap gigitan nasi kecil.

Apa Itu Hik?

Hik adalah warung makan sederhana khas Jawa, terutama Solo dan sekitarnya, yang buka di malam hari. Dalam bahasa Jawa, “hik” mengandung nuansa keramahan yang lembut — seperti ibu yang memanggil anaknya pulang dengan suara halus.

Berbeda dengan angkringan yang sering kali bernuansa lebih modern atau memiliki konsep yang lebih luas, hik Solo identik dengan kesederhanaan yang tak pernah kehilangan rasa. Ia adalah rumah kedua bagi para pecinta nasi kucing, wedang jahe, dan sate usus yang ingin berlabuh selepas lelah seharian.

Sejarah Hik di Solo

Dulu, hik lahir dari kebutuhan para pekerja malam yang pulang dari aktivitasnya. Belum ada restoran besar, belum ada cafe fancy — hanya sebuah warung kecil dengan cangkir kopi panas yang siap menyambut siapa pun.

Lama-kelamaan, hik tumbuh menjadi simbol kuliner malam Solo, menjadi saksi bisu obrolan panjang, pertemuan tak terduga, hingga cerita cinta yang lahir di bawah lampu senja.

Menu Khas yang Wajib Dicoba

Seperti maestro yang memainkan simfoni, setiap menu di hik Solo memainkan perannya sendiri:

  • Nasi Kucing — porsi mungil berisi cita rasa besar, seperti senyum yang tiba-tiba meledak jadi tawa.
  • Sate Usus & Sate Telur Puyuh — renyah menggoda, seperti ritme musik yang membuat kaki tak bisa diam.
  • Gorengan — hangat, gurih, dan berdansa di lidah seperti sahabat lama yang datang berkunjung.
  • Wedang Jahe — pelukan hangat untuk tenggorokan yang kering, seperti kata “tenang” dari suara orang tua.
  • Kopi Hitam — pahit yang membelai, memberi tenaga baru setelah hari panjang.

Kalau Anda ingin tahu lebih dalam tentang **menu-menu budaya malam Solo lainnya**, jangan lupa kunjungi artikel kami tentang
Menu Wajib di Wedangan Solo.

Hik vs Angkringan: Saudara Berbeda Peran

Walau sering disamakan, hik dan angkringan sebenarnya seperti dua saudara yang lahir dari ibu yang sama — yaitu budaya makan malam Kota Solo — namun tumbuh dengan karakter berbeda.

  • Hik adalah simbol tradisi: sederhana, ramah, dan fokus pada menu-menu klasik.
  • Angkringan bisa jadi lebih modern atau bervariasi, terkadang punya live music atau konsep kekinian.

Untuk melihat perbandingan lengkapnya, Anda bisa membaca artikel
Perbedaan Hik dan Angkringan.

Rekomendasi Hik Favorit di Solo

Berikut ini adalah beberapa hik yang sering jadi tujuan kuliner malam warga Solo & wisatawan:

  • Hik Legendaris Pak Slamet — sederhana dan kuat rasa tradisionalnya.
  • Hik Bu Sumi — terkenal dengan gorengan hangat dan sambal racikan sendiri.
  • Hik Tugu — buka sampai larut, cocok bagi pekerja malam dan pelancong.
  • Hik Gajah Mada — suasana akrab, cocok ngobrol sampai pagi.
  • Hik Gading — tempat murah meriah dengan menu yang nikmat dan porsinya pas.

Kalau Anda ingin mengeksplor pilihan tempat nongkrong lainnya, cek juga rekomendasi angkringan di artikel
Angkringan Populer di Solo.

Kapan Waktu Terbaik Menikmati Hik?

Hik Solo biasanya buka sore hingga tengah malam — bahkan beberapa sampai dini hari — seperti penjaga malam setia yang tak pernah tidur sebelum semua tamu terpuaskan.

Waktu terbaik untuk menikmatinya adalah setelah jam 19.00 — saat suasana mulai hidup, aroma makanan menggelitik, dan suasana menjadi hangat penuh percakapan.

Tips Supaya Pengalamanmu Maksimal

  • Mampirlah dengan perut kosong — Anda akan lebih bisa menikmati setiap cita rasanya.
  • Coba berbagai lauk kecil sebelum memilih favorit Anda.
  • Nikmati kopi hitam hangat sambil berbincang dengan pemilik atau pengunjung lain — karena hik juga soal cerita.

Tambahkan Rasa Dalam Petualangan Kuliner Solo

Jika setelah menikmati malam di hik Solo Anda masih belum puas, saatnya bergeser ke cita rasa yang lebih “berani”: Warung Tengkleng Solo Dlidir.

Di sini, tengkleng dan gulai kambing berperan seperti maestro dalam orkestra rasa — kuahnya berlagu, dagingnya merdu, dan rempahnya bergetar di lidah. Ini adalah pengalaman kuliner yang tak sekadar makan, tapi juga menggetarkan memori rasa Anda.

Kunjungi juga artikel pilar utama kami
Wedangan Solo: Panduan Lengkap Angkringan, Hik, & Tempat Nongkrong Favorit
jika Anda ingin eksplor lebih banyak tempat makan khas Solo.

CTA – Ayo Jelajahi Kuliner Solo!

✨ Sudah siap menyambut malam dengan secangkir kopi dan nasi kecil yang penuh kenangan?
👉 Mulailah di hik Solo, lanjutkan ke angkringan favoritmu, lalu akhiri dengan kelezatan di Warung Tengkleng Solo Dlidir!

🍽️ Klik di sini untuk eksplor kuliner Solo lainnya:
tengklengsolo.com

Angkringan Solo Paling Populer: Dari Legendaris Sampai Kekinian

Angkringan Populer di Solo: Surga Nasi Kucing & Wedangan yang Mengajak Nongkrong Lebih Lama. Ketika senja berbisik lembut di atas Kota Bengawan, aroma nasi kucing dan wedang jahe mulai menari di udara Solo. Angkringan bukan sekadar tempat makan.

Angkringan Populer di Solo

Ia adalah sahabat malam yang ramah, bergandengan tangan dengan cerita-cerita seru, tawa yang meledak, dan kehangatan yang tak lekang oleh waktu.

Dalam artikel ini, kami sajikan rekomendasi angkringan paling populer di Solo — tempat yang siap membuka percakapan Anda di bawah langit, ditemani cangkir hangat dan piring kecil penuh rasa.

Kenapa Angkringan di Solo Begitu Populer?

Angkringan di Solo berperan layaknya nadi kehidupan malam warga dan wisatawan. Ia berdetak lewat nasi kucing yang mengepul, sate usus yang bersuara renyah, dan kopi yang berlagu di bibir cangkir.

Bukan hanya soal rasa; angkringan menjadi ruang sosial, ruang bertukar cerita, kecil tapi penuh makna — persis seperti sejarah budaya kuliner di Solo yang kaya dan ramah.

🍢 Rekomendasi Angkringan Favorit di Solo

Berikut tempat-tempat yang layak dicoba kalau Anda ingin merasakan rasa otentik angkringan Solo dari yang legendaris sampai dengan konsep modern:

  • Wedangan Mbah Wiryo

    Si tua bijak di antara angkringan Solo, Mbah Wiryo seperti pepohonan raksasa yang menopang sejarah kota. Menu ketan bakar, sate, dan wedang jahe di sini telah menjadi legenda lokal sejak puluhan tahun lalu — ramai dan selalu penuh pengunjung setiap malam.

  • 🔥 Wedangan Pendhopo

    Pendhopo seperti rumah tua yang bercerita. Interior joglo klasik dan aroma wedang jahe mengundang siapa saja untuk duduk bersama, berbagi cerita sambil menikmati nasi kucing dan oseng-oseng hangat.

  • 📍 Omah Londo Angkringan

    Tempat ini seperti galeri nostalgia, membawa Anda mundur ke masa kolonial lewat bangunan kuno dan suasana santai. Menu nasi kucing lengkap dengan lauk tradisional atau gorengan selalu menyambut hangat pengunjungnya.

  • 🍵 Wedangan Nala Gareng

    Nala Gareng adalah tempat di mana cangkir kaca dan aroma wedang bersatu seperti sahabat setia di malam hari. Minuman tradisional dan pilihan lauk yang bervariasi selalu siap menjadi teman obrolan panjang.

  • Angkringan Omah Semar

    Tempat ini seperti angkringan yang menyapa masa depan — klasik namun terbuka pada inovasi. Menu nasi kucing yang variatif serta pilihan lauk yang tak biasa membuatnya jadi favorit anak muda.

  • 🍢 Angkringan Bu Nduth Pokwe

    Angkringan ini adalah sahabat kantong mahasiswa dan pekerja malam. Harga terjangkau bukan berarti rasa standar — justru nasi kucing dan lauk tradisional di sini penuh cita rasa dan membuat perut kenyang bahagia.

  • 🥢 Angkringan Jowo Mangkuyudan

    Angkringan Jowo Mangkuyudan seperti cerita rakyat yang tak pernah pudar. Porsinya yang lebih besar dan variasi lauk menambah kenikmatan, cocok buat yang ingin makan kenyang sambil ngobrol panjang.

  • 🍡 Angkringan Pak No Manahan

    Angkringan sederhana yang selalu ramai pengunjung lokal. Suasana hangat dan porsi yang pas membuatnya jadi jujugan klasik setelah aktivitas seharian di Solo.

  • 🍻 Angkringan Ngopi (Angop)

    Angop adalah tempat di mana kopi dan nasi kucing berduet. Konsepnya sedikit modern namun tetap mempertahankan rasa tradisional, sempurna untuk nongkrong hingga larut malam.

  • 🍱 Wedangan Pak No 1

    Klasik namun selalu ramai. Wedangan Pak No 1 seperti buku cerita yang selalu dibaca ulang — sederhana, akrab, dan membuat pengunjung ingin kembali lagi esok hari.

  • 🍢 Oinkringan Solo

    Angkringan dengan nama unik yang membuatnya sendiri tersenyum. Makanan lezat dan harga bersahabat membuat tempat ini jadi pilihan banyak lokal maupun wisatawan yang ingin menikmati angkringan sederhana namun menggugah selera.

Tips Memilih Angkringan di Solo

  • Pilih yang buka sore hingga malam hari — suasana angkringan paling hidup mulai pukul 18.00–22.00.
  • Coba nasi kucing lokal dengan lauk khas Solo sebagai ritual wajib.
  • Campurkan cita rasa tradisional dan modern lewat kunjungan ke angkringan klasik dan yang lebih estetik.
  • Temukan suasana favoritmu — ada yang tenang buat ngobrol santai, ada juga yang ramai buat nongkrong rame-rame.

Rasakan Seluruh Rasa Solo

Kalau setelah keliling angkringan Anda masih lapar dan ingin mencicipi kuliner khas Solo lain yang lebih “berisi”, jangan lupa mampir ke artikel pilar kami tentang
Wedangan Solo: Panduan Lengkap Angkringan, Hik, & Tempat Nongkrong Favorit.

Dan jangan lupa, setelah asyik makan nasi kucing dan ngopi di angkringan, saatnya melanjutkan petualangan rasa ke Warung Tengkleng Solo Dlidir
tempat di mana tengkleng dan gulai kambing siap membuat malam Anda menjadi penuh kenangan.

👉 Jelajahi kuliner Solo lainnya hanya di tengklengsolo.com